Selasa, 29 November 2011

Tanda bahaya dalam kehamilan

  • Tanda-tanda bahaya dalam persalinan :
1.Ketuban pecah sebelum waktunya
2.Bayi tidak kunjung lahir setelah 12 jam
3.Perdarahan
4.Bengkak di daerah wajah dan tangan
1. Ketuban Pecah Sebelum Waktunya
Sahabat MQ, Ketuban merupakan cairan yang melindungi bayi selama berada di dalam rahim. Hakikatnya, ketuban akan pecah menjelang proses persalinan. Namun demikian ada kalanya ketuban ini keluar sebelum persalinan bahkan jauh dari hari perkiraan kelahiran. Ketuban yang normal berwarna jernih, sehingga bila ternyata air ketuban yang keluar berwarna hijau bahkan keruh dan berbau, maka hal ini sangat perlu diwaspadai oleh ibu.
>> Ada beberapa hal yang menyebabkan air ketuban ibu pecah sebelum waktunya, antara lain :
> Ibu yang terlalu capek
> Ibu mengalami trauma tertentu, misalnya pernah jatuh.
> Ada kontak dengan suami ketika berhubungan suami-istri.
Ketuban yang pecah sebelum waktunya ini dapat berdampak buruk bagi janin dalam kandungan. Bila ini terjadi pada seorang ibu, maka ia harus segera istirahat dan segera diantar ke rumah sakit.
2. Bayi yang tak kunjung lahir setelah 12 jam
Sahabat MQ, Untuk kelahiran pertama biasanya antara bukaan 1, 2, dan 3 membutuhkan jarak waktu 2-3 jam, sedangkan bukaan selanjutnya hingga bukaan 10 memerlukan waktu 1 jam. Sehingga total waktu yang diperlukan sekitar 10 jam. Bila lebih dari waktu total tersebut bayi tak kunjung keluar, maka perlu segera penanganan ekstra karena bisa jadi terjadi sesuatu pada bayi sehingga tak kunjung keluar. Salah satu penyebabnya ialah leher bayi terbelit tali pusar.

3. Perdarahan
Keluarnya darah pada ibu hamil tidak selalu bertanda buruk, akan tetapi tetap perlu diwaspadai. Kalau pada trimester pertama keluar flek, bisa jadi itu merupakan hal yang normal. Namun bila flek tersebut berwarna seperti darah segar dan cukup banyak, bisa jadi itu pertanda keguguran, sehingga perlu segera diperiksakan. Hal ini bisa dikarenakan rahim ibu yang lemah, sehingga biasanya tenaga medis akan memberikan obat penguat rahim.
Perdarahan yang normal terjadi ketika proses persalinan, dan keluarnya darah ini juga diiringi oleh keluarnya lender.

4. Bengkak di daerah wajah dan tangan
Bila bengkak muncul di daerah kaki, maka hal itu normal karena ibu harus menanggung beban lebih berat ketika mengandung. Namun bila bengkak muncul di wajah dan tangan, ini menandakan bahwa ada masalah dengan tekanan darah ibu. Inilah yang disebut dengan pre eklamsi. Bila hal ini tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan timbulnya eklamsi atau keracunan kehamilan, yakni ibu akan menderita kejang dan dampak buruknya bayi tak terselematkan.

rasa aman dan nyaman selama persalinan

MELAHIRKAN dengan cara operasi bukanlah salah satu pilihan bagi ibu yang tidak kuat menahan rasa nyeri akibat kontraksi rahim. Rasa nyeri akibat kontraksi sesungguhnya hal alami bagi ibu menjelang persalinan dan akan lenyap dengan sendirinya jika tahu cara yang tepat menanganinya.
Namun jika sang ibu tak kuat menahan sakit, berakibat stres dan hal ini sangat membahayakan bagi janin. Akibat stres, sirkulasi darah ke rahim mengalami hambatan sehingga oksigen untuk bayi berkurang. Hal ini tentu tidak baik bagi ibu dan janin. Oleh karena itu, keputusan melahirkan dengan cara operasi menjadi pilihan.
Sesungguhnya melenyapkan rasa sakit itu bisa dilakukan dengan suntikan yang disebut epidural. Namun, kini sudah dapat ditangani dengan melahirkan dalam air yang sering disebut aquadural. Keamanan dan kenyamanan melahirkan dalam air diungkapkan Dr. Dewa Ketut Arika Seputra, Sp.O.G., di Tempat Bersalin Anugerah, Minggu (10/8).
Sosialisasi ini bertujuan agar para ibu tidak tergesa-gesa mengambil keputusan memilih melahirkan dengan cara operasi karena jauh lebih baik melahirkan dengan cara normal atau melalui jalan lahir dibandingkan melahirkan dengan cara operasi.
Manfaat yang paling nyata adalah tidak rusaknya rahim akibat sobekan alat operasi, terlebih secara kosmetik kulit perut tidak ada bekas jaritan. Selain itu, manfaatnya juga baik bagi janin ketika melewati jalan rahim, secara alami ia mendapatkan bakteri yang dapat memberi kekebalan bagi janin tersebut.
Di tempat bersalin miliknya, selama sebulan terakhir ini ada tujuh ibu yang melahirkan dalam air dengan aman dan nyaman. Bathtub waterbirth disiapkan senyaman mungkin. Suhu air sesuai dengan suhu tubuh, suasana tenang dan nyaman dengan diperdengarkan suara musik dan aroma terapi.
Suasana nyaman ini mendukung perasaan ibu menjadi rileks dan tenang. Ibu masuk ke bathtub waterbirth ketika pembukaan pada mulut rahim 5 Cm. Di dalam air ibu bisa memilih posisi yang dirasa nyaman. Ibu bisa duduk dengan mengangkang atau meluruskan kakinya atau dengan cara jongkok. Ketinggian air pun dipertimbangkan tidak sampai melewati leher.
Seperti VCD yang diputarkan Dr. Dewa Arika begitu biasa ia dipanggil, mengenai pengalaman Heniputri saat melahirkan putra pertamanya di air. Rasa sakit akibat kontraksi berangsur-angsur hilang saat Heniputri mulai berada dalam air. Ia mengatur napas dan Suami, ibu mertua dan saudarinya memberi dukungan dengan melantunkan Gayatri Mantram.
Ini makin memberi rasa nyaman bagi Heniputri menjelang melahirkan putranya. Dr. Dewa Arika dibantu staf dan didampingi dokter anak dengan sigap mengambil bayi begitu keluar.
Proses ini tidak memakan waktu lama dan ibu tidak kehabisan energi saat melahirkan.
Tekanan air membuat rasa nyeri itu hilang, otot-otot pada panggul kerahim mulai lentur sirkulasi darah ke rahim makin lancar dan janin cukup mendapatkan oksigen.
Proses inilah yang menimbulkan rasa nyaman bagi ibu. Aman pula bagi bayi saat telah lahir ketika berada dalam air karena bayi masih bernapas melalui plasenta. Bayi selama dalam kandungan berenang-renang dalam air ketuban rahim ibu. Jadi tidak ada hal yang ditakutkan saat bayi lahir berada di dalam air.
Dr. Dewa Arika pun mengungkapkan tingkat keberhasilan melahirkan dalam air lebih tinggi dibandingkan melahirkan di tempat tidur. Semua kasus persalinan bisa dilakukan dalam air. Seperti kasus ibu yang menderita sakit asma, memiliki tekanan darah tinggi, ibu yang pertama kali melahirkan, atau ibu yang melahirkan anak kembar.
Semua kasus ini dapat ditangani dengan mudah melalui melahirkan dalam air. Namun, tidak semua ibu bisa melahirkan di air seperti misalnya kasus ibu yang memiliki penyakit virus herpes genitalis.
Karena virus ini berada pada vagina atau jalan lahir, hingga saat bayi melewati jalan lahir ini bisa berakibat kebutaan. Melahirkan di tempat tidur dengan cara normal pun tidak diperkenankan, karena berakibat sama. Pada kasus ini, proses melahirkan harus dengan cara operasi.
Ibu yang mengikuti prenatal care atau prenatal class akan lebih siap secara fisik dan mental menghadapi persalinan karena ibu mendapat penjelasan dan persiapan menjelang persalinan. Selain itu Tempat Bersalin Anugerah juga memfasilitasi senam hamil tiap Selasa dan Kamis, dipandu instruktur berpengalaman. Saat senam, letak bayi bisa diatur, hingga mempermudah proses persalinan.
Selain itu, senam meluweskan panggul hingga otot-otot menjadi lentur meski janin makin membesar. Ibu pun lebih bugar dan sehat selama hamil. Tempat Bersalin Anugerah menyediakan bathtub waterbirth eksklusif dan tidak dicampur dengan bersalin di tempat tidur. Semua ini untuk kenyamanan pasien menjelang melahirkan.

Kamis, 24 November 2011

Support dari tenaga kesehatan

Tujuan asuhan selama persalinan dan kelahiran
  • Melindungi keselamatan ibu dan bayi baru lahir (BBL)
  • Memberi dukungan pada persalinan normal, mendeteksi dan menatalaksana komplikasi secara tepat waktu
  • Memberi dukungan serta cepat bereaksi terhadap kebutuhan ibu, pasangan dan keluarganya selama persalinan dan kelahiran bayi
Dukungan persalinan
Adalah asuhan yang sifatnya mendukung yaitu asuhan yang bersifat aktif dan ikut serta dalam kegiatan selama persalinan merupakan suatu standar pelayanan kebidanan, dimana ibu dibebaskan untuk memilih pendamping persalinan sesuai keinginannya, misalnya suami, keluarga atau teman yang mengerti tentang dirinya. Idealnya pendampingan ini dilaksanakan semenjak pra persalinan yang dapat membantu memutuskan rencana tempat persalinan, pemakaian alat kontrasepsi dan kejadian lain yang tidak diharapkan.

Ketidaknyamanan dan cara mengatasi

KETIDAKNYAMANAN SELAMA KEHAMILAN
DAN CARA MENGATASINYA

1.Keputihan
Selama kehamilan keputihan akan bertambah dan tidak berwarna. Jika tidak ada rasa gatal dan  tidak tercium bau yang kurang sedap maka ibu tidak perlu cemas. Jagalah kebersihan alat kelamin dan gunakan selalu celana dalam yang bersih dan kering. Jika keputihan berbau dan terasa gatal segera meminta pertolongan kepada petugas kesehatan.
2.Nyeri Pinggang
Kehamilan juga mempengaruhi keseimbangan tubuh karena cenderung untuk berat di bagian depan. Untuk menyeimbangkan berat tubuh maka ibu akan berusaha untuk berdiri dengan tubuh condong ke belakang. Oleh karena itulah ibu akan merasakan nyeri di bagian pinggang. Beberapa cara mengatasinya yaitu :
1)Berolahraga
Olahraga yang dapat dilakukan diantaranya senam hamil atau pun menyempatkan berjalan kaki sekitar 1 jam sehari.
2)Saat berdiri, usahakan tubuh berada dalam posisi normal, yaitu tegak lurus dengan bahu ditarik ke belakang.
3)Kalaupun ingin tidur, sebaiknya berbaring miring ke kiri. Posisi seperti ini memungkinkan aliran darah dan makanan kea rah plasenta berjalan normal. Akan lebih baik lagi bila ibu meletakkan bantal diantara kedua lutut.
4)Jagalah sikap tubuh saat duduk dengan punggung selalu lurus dan tidak dibungkukkan.
5)Hindari duduk terlalu lama, karena punggung akan merasa lelah. Atasi dengan cara meletakkan kepala di atas meja selama beberapa waktu. Lalu cobalah untuk meregangkan bagian belakang leher.
6)Ganjal belakang punggung dengan bantal yang empuk. Dengan begitu, tulang belakang selalu tersangga dengan baik.
7)Jangan berdiri terus-menerus untuk waktu yang lama.
8)Pada saat mengambil sesuatu di lantai usahakan untuk berjongkok secara perlahan dengan punggung dalam keadaan lurus kemudian baru mengambil barang tersebut dan setelah itu berdiri perlahan-lahan.

3.Sering buang air kecil
Begitu haid terlambat 1-2 minggu, biasanya ada dorongan untuk buang air kecil yang sering. Hal ini terjadi karena meningkatnya peredaran darah  ketika hamil dan tekanan pada kandung kemih akibat membesarnya rahim. Biar pun sering buang air kecil, ibu harus tetap banyak minum agar tidak mengalami kekurangan cairan tubuh. Sering buang air kecil juga dirasakan saat kehamilan sudah mencapai umur 9 bulan, saat kepala bayi sudah masuk ke rongga panggul dan menekan kandung kemih.
Supaya tidak mengganggu waktu tidur sebaiknya ibu menghindari waktu minum pada malam hari dan diperbanyak pada siang hari. Hal ini dimaksudkan agar ibu tidak sering kencing pada malam hari oleh karena itu ibu dapat tidur dengan nyenyak.

4.Sembelit (Susah buang air besar)
Selama kehamilan usu lebih relaks bekerja, sehingga dorongan untuk mengeluarkan sisa kotoran pun akan terhambat.

5.Ngidam
Sejak awal kehamilan, dorongan untuk ngemil atau makan-makanan tertentu (ngidam) sering muncul pada ibu hamil. Keinginan untuk ngemil mungkin saja muncul karena kebutuhan tubuh untuk makan sedikit demi sedikit namun sering.

6.Mual dan muntah
Keadaan ini lebih sering terjadi di pagi hari walaupun keadaan yang dirasakan oleh sekitar 50% ibu hamil ini dapat muncul kapan saja. Dapat terpicu hanya karena mencium bau makanan atau parfum tertentu (yang pada kondisi normal tidak membuat mual). Hal ini terjadi karena perubahan hormone dalam tubuh. Biasanya, hanya berlangsung selama 3 bulan pertama kehamilan, dan berhenti begitu masuk bulan ke-4.

7.Kram Kaki
Kram kaki banyak dikeluhkan ibu hamil, terutama pada triwulan kedua. Bentuk gangguan berupa kejang pada otot betis atau otot telapak kaki. Kram kaki cenderung menyerang pada malam hari selama 1-2 menit. Walau singkat, tapi dapat mengganggu tidur, karena rasa sakit yang menekan betis atau telapak kaki. Hingga kini, penyebab kram belum diketahui pasti. Diduga adanya ketidakseimbangan mineral di dalam tubuh ibu yang memicu gangguan pada system persarafan otot-otot tubuh. Penyebab lainnya adalah kelelahan yang berkepanjangan, serta tekanan rahim pada beberapa titik persarafan yang berhubungan dengan saraf-saraf kaki.
Cara mengatasi kram kaki diantaranya :
a.Meningkatkan konsumsi makanan yang tinggi kandungan kalsium dan magnesium seperti aneka sayuran berdaun serta susu dan produk olahannya. Kalau ini sulit dipenuhi, ibu dapat berkonsultasi kepada bidan/dokter mengenai makanan tinggi kalsium yang mudah diperoleh di daerahnya.
b.Senam hamil secara teratur. Senam hamil dapat memperlancar aliran darah dalam tubuh.
c.Jika kram menyerang pada malam hari, bangkitlah dari tempat tidur. Lalu berdiri selama beberapa saat. Tetap lakukan meski kaki terasa sakit.
d.Dapat juga dilakukan pijatan. Luruskan kaki. Minta bantuan suami untuk menarik telapak kaki kea rah tubuh dengan sebelah tangan, sementara tangan satunya menekan lutut ke bawah. Tahan selama beberapa detik sampai kramnya hilang.

8.Bengkak pada kaki
Pembengkakan yakni penimbunan cairan akibat kadar garam yang terlalu tinggi dalam tubuh. Garam memang bersifat menahan air. Biasanya, pembengkakan muncul di triwulan ketiga kehamilan. Sebenarnya, pembengkakan dapat terjadi di seluruh tubuh. Tapi bagian tubuh yang sering jadi sasaran berkumpulnya cairan adalah tangan dan kaki. Itu semua karena air yang selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Pembengkakan dapat merupakan gejala keracunan kehamilan (preeclampsia) dengan timbulnya tekanan darah tinggi, air kemih mengandung protein dan nyeri kepala yang hebat. Jika timbul gejala-gejala tersebut anjurkan ibu untuk segera memeriksakan pada tenaga kesehatan berwenang seperti bidan atau dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Preeklampsi ayang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi eklampsia, yang sangat fatal bagi ibu dan janin.
Pembengkakan pada kaki dapat diatasi diantaranya dengan :
a.Mengurangi makanan yang banyak mengandung garam, misalnya telur asin, ikan asin dan lain-lain.
b.Setelah bangun pagi, angkat kaki selama beberapa saat. Ibu juga dapat mengganjal kaki dengan bantal agar aliran darah tidak sempat berkumpul di pergelangan dan telapak kaki.
c.Anjurkan ibu untuk sering mengangkat kaki, agar cairan di kaki mengalir ke bagian atas tubuh.
d.Bagi ibu yang bekerja di kantor dan banyak duduk, jaga agar posisi kaki lebih tinggi. Gunakan bangku kecil atau tumpukan buku sebagai penopang kaki.
e.Naikkan kaki di atas bangku kecil atau sofa selama dudu. Lakukan sesering mungkin untuk memperkecil kemungkinan terjadinya sumbatan pada aliran darah di kaki. Kalau aliran darah pada kedua kaki lancar-lancar saja, berbagai keluhan akan langsung hilang.
f.Jangan menyilangkan kaki ketika duduk tegak, sebab akan menghambat aliran darah di kaki.
g.Jika upaya-upaya yang dilakukan diatas tidak berhasil maka segera periksakan diri ibu ke tenaga kesehatan berwenang seperti bidan atau dokter untuk mendapat pemeriksaan dan pengobatan.