Selasa, 29 November 2011

rasa aman dan nyaman selama persalinan

MELAHIRKAN dengan cara operasi bukanlah salah satu pilihan bagi ibu yang tidak kuat menahan rasa nyeri akibat kontraksi rahim. Rasa nyeri akibat kontraksi sesungguhnya hal alami bagi ibu menjelang persalinan dan akan lenyap dengan sendirinya jika tahu cara yang tepat menanganinya.
Namun jika sang ibu tak kuat menahan sakit, berakibat stres dan hal ini sangat membahayakan bagi janin. Akibat stres, sirkulasi darah ke rahim mengalami hambatan sehingga oksigen untuk bayi berkurang. Hal ini tentu tidak baik bagi ibu dan janin. Oleh karena itu, keputusan melahirkan dengan cara operasi menjadi pilihan.
Sesungguhnya melenyapkan rasa sakit itu bisa dilakukan dengan suntikan yang disebut epidural. Namun, kini sudah dapat ditangani dengan melahirkan dalam air yang sering disebut aquadural. Keamanan dan kenyamanan melahirkan dalam air diungkapkan Dr. Dewa Ketut Arika Seputra, Sp.O.G., di Tempat Bersalin Anugerah, Minggu (10/8).
Sosialisasi ini bertujuan agar para ibu tidak tergesa-gesa mengambil keputusan memilih melahirkan dengan cara operasi karena jauh lebih baik melahirkan dengan cara normal atau melalui jalan lahir dibandingkan melahirkan dengan cara operasi.
Manfaat yang paling nyata adalah tidak rusaknya rahim akibat sobekan alat operasi, terlebih secara kosmetik kulit perut tidak ada bekas jaritan. Selain itu, manfaatnya juga baik bagi janin ketika melewati jalan rahim, secara alami ia mendapatkan bakteri yang dapat memberi kekebalan bagi janin tersebut.
Di tempat bersalin miliknya, selama sebulan terakhir ini ada tujuh ibu yang melahirkan dalam air dengan aman dan nyaman. Bathtub waterbirth disiapkan senyaman mungkin. Suhu air sesuai dengan suhu tubuh, suasana tenang dan nyaman dengan diperdengarkan suara musik dan aroma terapi.
Suasana nyaman ini mendukung perasaan ibu menjadi rileks dan tenang. Ibu masuk ke bathtub waterbirth ketika pembukaan pada mulut rahim 5 Cm. Di dalam air ibu bisa memilih posisi yang dirasa nyaman. Ibu bisa duduk dengan mengangkang atau meluruskan kakinya atau dengan cara jongkok. Ketinggian air pun dipertimbangkan tidak sampai melewati leher.
Seperti VCD yang diputarkan Dr. Dewa Arika begitu biasa ia dipanggil, mengenai pengalaman Heniputri saat melahirkan putra pertamanya di air. Rasa sakit akibat kontraksi berangsur-angsur hilang saat Heniputri mulai berada dalam air. Ia mengatur napas dan Suami, ibu mertua dan saudarinya memberi dukungan dengan melantunkan Gayatri Mantram.
Ini makin memberi rasa nyaman bagi Heniputri menjelang melahirkan putranya. Dr. Dewa Arika dibantu staf dan didampingi dokter anak dengan sigap mengambil bayi begitu keluar.
Proses ini tidak memakan waktu lama dan ibu tidak kehabisan energi saat melahirkan.
Tekanan air membuat rasa nyeri itu hilang, otot-otot pada panggul kerahim mulai lentur sirkulasi darah ke rahim makin lancar dan janin cukup mendapatkan oksigen.
Proses inilah yang menimbulkan rasa nyaman bagi ibu. Aman pula bagi bayi saat telah lahir ketika berada dalam air karena bayi masih bernapas melalui plasenta. Bayi selama dalam kandungan berenang-renang dalam air ketuban rahim ibu. Jadi tidak ada hal yang ditakutkan saat bayi lahir berada di dalam air.
Dr. Dewa Arika pun mengungkapkan tingkat keberhasilan melahirkan dalam air lebih tinggi dibandingkan melahirkan di tempat tidur. Semua kasus persalinan bisa dilakukan dalam air. Seperti kasus ibu yang menderita sakit asma, memiliki tekanan darah tinggi, ibu yang pertama kali melahirkan, atau ibu yang melahirkan anak kembar.
Semua kasus ini dapat ditangani dengan mudah melalui melahirkan dalam air. Namun, tidak semua ibu bisa melahirkan di air seperti misalnya kasus ibu yang memiliki penyakit virus herpes genitalis.
Karena virus ini berada pada vagina atau jalan lahir, hingga saat bayi melewati jalan lahir ini bisa berakibat kebutaan. Melahirkan di tempat tidur dengan cara normal pun tidak diperkenankan, karena berakibat sama. Pada kasus ini, proses melahirkan harus dengan cara operasi.
Ibu yang mengikuti prenatal care atau prenatal class akan lebih siap secara fisik dan mental menghadapi persalinan karena ibu mendapat penjelasan dan persiapan menjelang persalinan. Selain itu Tempat Bersalin Anugerah juga memfasilitasi senam hamil tiap Selasa dan Kamis, dipandu instruktur berpengalaman. Saat senam, letak bayi bisa diatur, hingga mempermudah proses persalinan.
Selain itu, senam meluweskan panggul hingga otot-otot menjadi lentur meski janin makin membesar. Ibu pun lebih bugar dan sehat selama hamil. Tempat Bersalin Anugerah menyediakan bathtub waterbirth eksklusif dan tidak dicampur dengan bersalin di tempat tidur. Semua ini untuk kenyamanan pasien menjelang melahirkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar